ANALISA
USAHA TANAMAN GAHARU
Oleh :
Penyuluh Kehutanan Lapangan Kabupaten Brebes
(AKHMAD SAYIDI, SST)
Asumsi-asumsi yang
digunakan dalam analisis usaha budi daya tanaman gaharu sebagai berikut :
-
Lahan yang
digunakan milik sendiri dengan luas 1 Ha;
-
Harga bibit
gaharu siap tanam Rp. 20.000,-/batang;
-
Sistem yang
digunakan monokultur dengan jarak tanam 3 m x 4 m;
-
Lama pengusahaan
delapan tahun;
-
Tingkat
keberhasilan inokulan sebesar 60 %.
1. Rincian
Biaya Usaha Budidaya Tanaman Gaharu
|
Uraian
Pekerjaan
|
Jumlah
Biaya (Rp,-)
|
|
Tahun I :
|
|
|
1.
Bibit (2.000
batang @ Rp. 20.000,-)
|
40.000.000,-
|
|
2.
Pupuk kandang
(10 ton @ Rp. 75.000,-)
|
750.000,-
|
|
3.
Pestisida
|
120.000,-
|
|
4.
Tenaga kerja
lepas
|
4.000.000,-
|
|
Tahun ke II sampai Tahun ke VII
|
|
|
1.
Pupuk kandang
(6 tahun @ Rp. 750.000,-)
|
4.500.000,-
|
|
2.
Pestisida (6
tahun @ Rp. 120.000,-)
|
720.000,-
|
|
3.
Isolat fusarium
(2.000 bibit @ Rp. 100.000,-)
|
200.000.000,-
|
|
4.
Tenaga
pemeliharaan
|
8.000.000,-
|
|
5.
Biaya panen
|
4.000.000,-
|
|
TOTAL
BIAYA :
|
262.090.000,-
|
2. Pendapatan
Usaha Budidaya Tanaman Gaharu
Dengan asumsi tingkat
keberhasilan inokulan 60 % maka pendapatan untuk :
a. Kelas gubal 1.000 kg @ Rp.
1.000.000,- = Rp. 1.000.000.000,-
b. Kelas kemedangan 10.000 kg @ Rp.
100.000,- = Rp. 1.000.000.000,-
c. Kelas abu/bubuk 15.000 kg @ Rp.
10.000,- = Rp.
150.000.000,-
Jumlah = Rp. 2.150.000.000,-
3. Keuntungan
Pendapatan – Biaya = Rp. 2.150.000.000,- - Rp. 262.090.000,-
=
Rp. 1.877.910.000,-
Tidak ada komentar:
Posting Komentar